Gairah Penjual Air Gula

Posted on June 30, 2011

0


Waktu itu, usianya baru tiga puluh taun, namanya adalah John Sculley. Dia menjadi CEO termuda dalam sejarah Pepsi Corporation. Strateginya membuat pasar Coke andalan Coca Cola menjadi berantakan. ‘Pepsi Challenge‘ bergema di seantero jagat. Angka penjualan Pepsi merangkak naik dan merangsek sang pemimpin pasar, Coca Cola. Dan John Sculley digelari ‘the best and the brightest man in the industry‘. Singkatnya, Sculley sedang berada di puncak kejayaan bersama Pepsi.

Dalam kondisi seperti itu, tentu ia hanya akan tersenyum ketika Steve Jobs, CEO Apple Inc., berkata padanya, “Maukah anda bergabung dengan Apple?” Pertanyaan Nekat! Sculley sedang berada di puncak kejayaannya bersama Pepsi sedangkan Apple -dengan aset maupun omset yang jauh lebih kecil dibanding Pepsi saat itu- baru saja dirundung masalah keuangan hingga nyaris bangkrut.

Jika anda atau saya berada di posisi Sculley yang disodori tawaran gila ini tentu dengan pede akan berkata “Eh Jobs, emangnya situ berani bayar berapa buat gaji saya, hah?” Atau mungkin yang ini, “Posisi apa yang situ berani tawarkan ke saya, yang lebih dari apa yang saya nikmati sekarang, hah?”

Namun jangan anda sangka bahwa Steve Jobs bakal mati kutu ketika mendengar pertanyaan seperti itu. Bahkan jawaban yang dia berikan ke Sculley bakal membuat siapapun terkaget-kaget. Begini jawabannya Steve Jobs, “Emang anda mau jualan air gula seumur hidup? atau anda pikir dapat mengubah dunia dengan jualan air gula?”

John Sculley, sang brilian, tertohok tepat di hatinya. Ia terpanah tepat di bagian yang paling menggairahkan baginya : tantangan. Steve Job’s Challenge ternyata jauh lebih dahsyat dari Pepsi Challenge. Dan materi, uang, gaji, jabatan, takluk di sini. Gairah John Sculley bukan pada materi semata, tapi lebih pada tantangan. Setelah sejenak mempelajari Apple, Inc. dan Steve Jobs, dia percaya bahwa komputer dan teknologi informasi memang akan mengubah dunia. Dia pun pindah ke Apple, Inc.

Saya hanya ingin sedikit berbagi cerita untuk mengisi waktu senggang di kosan, dan juga supaya ada postingan yang baru di blog ini setelah cukup lama tidak di-update…hehe

Saya rasa, sesuatu yang ingin disampaikan lewat cerita ini adalah, bahwasannya tidak semua hal di dunia ini melulu urusan duit dan perut, melulu materi. Ada banyak hal yang jauh lebih berharga untuk kita kejar dibanding hanya sekedar mengejar urusan duit dan perut. Memang saya tidak munafik, bahwa segala sesuatu itu butuh duit. Tapi saya dan anda pun juga tau kalo duit itu bukanlah segala-galanya…

Ups, jadi terlalu panjang tulisannya. Udahan aja. Semoga cerita diatas bermanfaat buat siapapun yang sempatĀ  membacanya.. :)

Posted in: i-think